Segala Informasi Tentang Psikologi Psikologi Unnes Khususnya

Populer

Followers

Komentar

Search

Loading...

Saturday, January 2, 2010

Anak Berkebutuhan Khusus

SISWA BERKEBUTUHAN
KHUSUS
Pengertian Siswa Berkebutuhan Khusus
siswa dgn kelemahan (cacat) & juga siswa cerdas.
Siswa cacat: siswa yg terbelakang scr mental, mpy kelemahan fisik, terganggu scr mental, tidak mpy kemampuan belajar, & mpy masalah perilaku (Woolfolk & McCune-Nicolich, 2004).
anak yg scr signifikan mengalami kelainan/penyimpangan (fisik, intelektual, sosial, emosional, & atau sensoris neurologis) dlm proses pertumbuhan/ perkembangannya dibandingkan dgn anak-anak lain seusianya (anak-anak normal) shg mrk memerlukan pelayanan pendidikan khusus (Direktorat PLB, 2004).
Jenis Siswa Berkebutuhan Khusus
1. Tunanetra
Anak yg mengalami gangguan daya penglihatannya, berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian, & walaupun telah diberi pertolongan dgn alat-alat bantu msh tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus.

2. Tunarungu
Anak yg kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengarannya shg tidak atau krg mampu berkomunikasi scr verbal & walaupun telah diberikan pertolongan dgn alat bantu dengar msh tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
3. Tunadaksa
Anak yg mengalami kelainan atau cacat yang menetap pd alat gerak (tulang, sendi, otot) sedemikian rupa shg memerlukan pelayanan pendidikan khusus.

4. Berbakat
Anak yg memiliki potensi kecerdasan (inteligensi), kreativitas, & tanggungjawab terhdp tugas (task commitment) di atas anak-anak seusianya (anak normal), shg utk mewujudkan potensinya mjd prestasi nyata memerlukan pelayanan pendidikan khusus
5. Tunagrahita
Anak yg mengalami hambatan atau keterlambatan dlm perkemb. mental (fungsi intelektual di bwh teman-teman seusianya) disertai ketdkmampuan/kekrgmampuan utk belajar & utk menyesuaikan diri sedemikian rupa shg memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
6. Anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik
Anak yg scr nyata mengalami kesulitan dlm tugas-tugas akademik trtentu (terutama bahasa atau matematika), yg bukan disebabkan faktor inteligensi (inteligensinya normal), shg memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
Anak berkesulitan belajar spesifik dpt berupa:
a. Kesulitan belajar membaca (disleksia)
1) Perkembangan kemampuan membaca terlambat,
2) Kemampuan memahami isi bacaan rendah,
3) Kalau membaca sering banyak kesalahan
Nilai standarnya 3.
b. Kesulitan belajar menulis (disgrafia)
1) Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai,
2) Sering salah menulis huruf b dengan p, p dengan q, v dengan u, 2 dengan 5, 6 dengan 9, dan sebagainya,
3) Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca,
4) Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang,
5) Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris.
Nilai standarnya 4.
c. Kesulitan belajar berhitung (diskalkulia)
1) Sulit membedakan tanda-tanda: +, -, x, :, >, <, =
2) Sulit mengoperasikan hitungan/bilangan,
3) Sering salah membilang dengan urut,
4) Sering salah membedakan angka 9 dengan 6; 17 dengan 71, 2 dengan 5, 3 dengan 8, dan sebagainya,
5) Sulit membedakan bangun-bangun geometri.
Nilai standarnya 4
sedangkan mata pelajaran lain mrk tdk mengalami kesulitan yg signifikan (berarti).

7. Anak yang mengalami gangguan komunikasi
Anak yg mengalami gangguan suara, artikulasi (pengucapan), atau kelancaran bicara, yg mengakibatkan terjadi penyimpangan bentuk bahasa, isi bahasa, atau fungsi bahasa, sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
8. Tunalaras
Anak yg mengalami kesulitan dlm penyesuaian diri & bertingkah laku tdk sesuai dgn norma-norma yg berlaku dlm masy pd umumnya, shg memerlukan pelayanan pendidikan khusus demi kesejahteraan dirinya maupun lingkungannya.
No Klasifikasi Nilai IQ
1 Sangat Superior ≥ 130
2 Superior 120 – 129
3 Di atas rata-rata 110 – 119
4 Rata-rata 90 – 110
5 Di bawah rata-rata 80 – 89
6 Retardasi mental borderline 70 – 79
7 Retardasi mental ringan 52 – 69
8 Retardasi mental sedang 36 – 51
9 Retardasi mental berat 20 – 35
10 Retardasi mental sgt berat < 20

Tingkat Kecerdasan Anak Berkebutuhan Khusus
Ditinjau dari segi kecerdasan (inteligensi), siswa berkebutuhan khusus dikelompokkan menjadi:
(1) di bawah normal
(2) normal
(3) di atas normal
Inteligensi di bwh normal
• Yang memiliki inteligensi di bawah normal adalah tunagrahita/Anak lamban belajar (slow learner).
• Karakteristik: kecepatan belajar di bawah anak-anak seusianya
Inteligensi normal
Yang memiliki inteligensi normal yaitu:
a. Anak tunanetra
b. Anak tunarungu, termasuk anak yg mengalami gangguan komunikasi
c. Anak tunadaksa
d. Anak tunalaras
e. Anak yang mengalami kesulitan belajar khusus
Inteligensi di atas normal
• Yang memiliki inteligensi di atas normal adalah anak berbakat.
• Karakteristik: mereka memiliki kecepatan belajar di atas kecepatan belajar anak-anak seusianya.
• Shg utk menyelesaikan materi yg diajarkan, mereka butuh waktu yg lebih cepat dibanding anak-anak lainnya.
Implikasi dlm Pendidikan
1. Modifikasi alokasi waktu
2. Modifikasi isi/materi
3. Modifikasi proses belajar-mengajar
4. Modifikasi sarana-prasarana
5. Modifikasi lingkungan belajar
6. Modifikasi pengelolaan kelas

0 komentar:

Visitor